October 3, 2020

Spanyol, 30 September 2020- Mayoritas member PPI Spanyol memiliki ketertarikan untuk mengeksplorasi dunia entrepreneurship karena memiliki keuntungan geografis, yaitu EU single market, residensi di Spanyol, dan derasnya arus teknologi e-commerce. Terlebih lagi, sudah menjadi rahasia umum kalau Export-Import adalah bagian bisnis yang paling seksi untuk dilakukan. Asumsi inilah yang akhirnya menjadi landasan untuk mengeksekusi ide bisnis tersebut.

Namun karena ruwetnya persiapan dan perijinan, angka eksportir Indonesia yang berawal dari pelajar Spanyol berjumlah minim. Padahal, perangkat KBRI spanyol dilengkapi dengan Atase Perdagangan (ATDAG) dan Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) yang notaben nya siap untuk membantu warga negara Indonesia (WNI). Terlebih lagi, Uni-Eropa (UE) memiliki website yang sangat transparan untuk akses informasi. Dengan demikian, informasi yang terbatas bukanlah sebuah alasan untuk tidak menjadi seorang pengusaha di Spanyol.

Web Seminar (Webinar) dengan tema “Menjadi Pengusaha di Spanyol” yang telah dilaksanakan oleh PPI Spanyol dengan ATDAG, ITPC dan CBI pada tanggal 30 September 2020 kemarin. Program ini berhasil terlaksanakan dalam rangka menumbuhkan bibit bibit entrepreneurship yang sesuai dengan perintah Presiden Jokowi untuk menaikan kapasitas dan neraca Export Indonesia.

Dalam sesi webinar tersebut,ibu Novita Sari dari Atase perdagangan Indonesia di Kedutaan Besar Indonesia Madrid memparkan bahwa fungsi utama ATDAG ialah untuk menajalin kontak dan kerjasama degan pemerintah Negara setempat, meningkatkan dan mempertahankan pangsa pasar, penaganan produk yang megalami hambatan perdagangan, melakasanakan promosi, berperan aktif dalamproses perundingan perdagangan internasional dan melakukan analisis informasi intelijen bisnis. Disisi lain, mereka juga menghimbau untuk para calon pengusaha muda untuk berupaya sebaik mungkin memulai bisnis mereka dan tidak sungkan meminta bantuan ke ATDAG karena diantara support untuk pengusaha yaitu membantu branding merek local dan help desk ekpspor denga data dan informasi yang valid serta memfasilitasi promosi usaha. Pada tahun ini dengan masa pandemic, ibu Novita memaparkan bahwa produk makanan justru menagalami peningkatan yang sangat signifikan dengan pertumbuhan 600 %, diantaranya kopi sedangkan produk kerajinan mengalami penururnan sejalan dengan turunnya pengunjung dalam sector pariwisata di Spanyol.

Selain ATDAG, sesi webinar kemarin juga mengundang ibu Puri Listyani dari ITPC Barcelona dalam memperkenalkan Indonesia Trade Promotion Centre yang ada di Barcelona. Dalam pemaparan beliau,ITPC yang berada di bawah pengawasan Kementrian Perdagangan memiliki tujan untuk meningkatkan ekspor produk-produk dinegara terakreditasi,termasuk Spanyol. Dengan koordinasi bersama KBRI dan ATDAG, pihak ITPC mengatakan bahwa produk unggulan Indonesia yang berhasil menarik mata buyers di Spanyol adalah dari produk makanan, seperti brand Sorga Chocolate dari Bali dan Singaber dengan Coconut Sugar-nya.

Pemaparan sesi webinar yang telah dilangsungkan selama kurang lebih dua jam juga semakin menarik ketika materi yang dibawakan dari CBI (Centre for Promotion of Imports from developing Countries) oleh ibu Dika Rinakuki. CBI yang merupakan bagian dari Netherland Enterprise Agency mengupayakan bagaimana Negara berkembang termasuk Indonesia dapat bersaing dengan negara maju lainnya dengan meningkatkan jumlah entrepreneurs di Indonesia. Di sesi materi ibu Dika mengatakan bahwa “Indonesia mestinya sudah tidak dimasukkan lagi dalam list naungan CBI seperti Malaysia, akan tetapi karena satu dan lain halnya pada tahun ini Indonesia masih dimasukkan”. Maka dari itu, dari sesi tanya jawab berikutya bersama para peserta webinar, para narasumber memiliki masukan dn himbauan yang sama yaitu untuk tidak sungkan dalam meminta pertolongan untuk mereka bagi para calon pengusaha muda, untuk terus belajar dan melakukan riset sebaik mungkin sebelum memulai usaha dan jangan cepat berpuas diri serta bersikap realistis.

Webinar ini pun diakhiri dengan beberapa pesan dari ketiga pemateri tersebut, Ibu Novita “Diharapkan untuk semua untuk menerapkan semua bahasan tadi, ada action dan menjadi lebih kreatif lagi”, Ibu Puri “Perluas networking itu penting dan Ibu Dika “Jangan takut untuk memulai. Belajar dari mana saja dan siapa saja. Mau Berjuang, Keras terhadap hidup maka hidup menjadi mudah bagi kita, begitupun sebaliknya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *